MENGIKUT YESUS BUKAN HAL YANG MUDAH

 


Hallo impacters.. di artikel ini akan ada sebuah kesaksian dari salah satu impacters yang sangat luar biasa ceritanya. Artikel ini menceritakan tentang bagaimana perjuangan dia saat dia memutuskan untuk memilih mengikut Yesus. Penasaran bagaimana ceritanya? Yuk simak ceritanya.

Halo, namaku Silvia Cici orang-orang biasa memanggilku dengan sebutan Cici. Awalnya aku bukan orang percaya. Aku tidak mengenal siapa itu Yesus, aku hanya tau bahwa Yesus itu Tuhan dari orang kristen. Lalu bagaimana bisa aku menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat dalam hidupku? Ini berawal dari tahun 2016 lalu. Waktu itu sekolahku mengadakan rekreasi ke Bali, dan waktu itu aku sedang membutuhkan sebuah memori handphone. Aku berencana untuk membeli memori tersebut. Namun, tanpa sengaja aku bertemu dengan seorang laki-laki yang secara tiba-tiba dia memberhentikan motorku. Dia adalah tetanggaku sendiri namun sebelumnya kita belum pernah dekat karena dia ada pekerjaan di luar kota. Dia melarangku membeli memori handphone namun dia akan meminjamkan memori handphonenya untuk aku bawa sewaktu rekreasi. Singkat cerita, pada waktu tanggal 31 mei 2016 dia menyatakan perasaannya kepadaku bahwa dia ingin menjadi pacarku. Namun, yang membuatnya bingung adalah kita mempunyai kepercayaan yang berbeda. Dia tidak ingin meninggalkan kepercayaannya. Dia bertanya kepadaku “kamu bagaimana” lalu aku menjawab “gapapa sih dicoba, dijalani, aku gak masalah kalau memang harus berpindah agama”. Jadi, tanggal 31 itu bisa dibilang tanggal jadian kita. Singkat cerita aku daftar untuk masuk SMK, cari kost dan segala macam dia yang urus itu. Selama aku menjalani hubungan dengan pacarku ini banyak sekali pergumulan yang harus kita hadapi. Mulai dari keluarga yang tidak menyetujui karena kita memiliki keyakinan yang berbeda, dan sampai pacarku hampir dimasukkan penjara sama bapak kandung aku sendiri. Hal yang konyol bukan? Saat kejadian itu usia hubungan pacaran kita belum satu tahun dan situasi, kondisi yang membuatkita hampir menyerah, tapi Puji Tuhan kita masih kuat.

Waktu terus berjalan dan keluargaku sudah tidak membahas tentang agama lagi. Pada tahun 2017 aku mulai belajar ikut ke gereja meskipun harus sembunyi-sembunyi dari keluargaku. Seiring berjalannya waktu, aku bergumul dalam batinku. Aku terus bertanya-tanya “apa aku harus berpindah agama? Apakah hal ini benar? Dan segala macam pertanyaan muncul di dalam batinku. Setiap malam aku selalu mendapat ayat Alkitab yang dikirim dari pacarku ini. Tapi, waktu itu aku masih belum bisa menerima dan aku masih menentang dengan segala pembelaan tentang agamaku. Yang membuat aku salut dia tetap sabar mengirimiku ayat Alkitab. Perlahan aku mulai luluh sampai pada bulan juni 2019 bapakku pulang dan beliau meminta agar pacarku ini bisa masuk muslim tapi dia menolak hal itu. Disitu aku berkata kepada bapakku bahwa akulah yang akan masuk kristen. Lalu apa yang terjadi setelah aku berkata seperti itu? Pacarku disuruh pulang oleh bapakku dan aku ditampari. Pada akhirnya aku memutuskan untuk pergi dari rumah malam itu juga. Sayangnya aku gagal. Aku dicegah oleh saudara aku yang rumahnya tidak jauh dari rumahku. Tidak lama pacarku datang lagi karena mendapat informasi dari tetanggaku kalau aku tengah ribut dengan bapakku. Lalu aku memutuskan untuk menginap di rumah saudaraku saat itu dan pacarku pulang kerumahnya. Keesokan harinya aku masih belum ingin pulang sampai bapakku berangkat ke Medan. Setelah beliau berangkat aku baru ingin pulang. Setelah berhari-hari berjalan seperti biasa.

Bulan september aku menemui seorang pendeta untuk konseling. Tapi apa yang aku rasakan saat aku melakukan konseling? Aku memiliki kebimbangan hati. Tanggal 14 oktober 2019 aku mengikuti KKR. Ditengah KKR itu aku berdoa dan bilang “kalau Yesus memang Tuhan.. datanglah dihadapanku supaya aku benar-benar percaya kepadaMu” hasilnya apa? Aku melihat sosok berjubah putih dan kepalanya tertutup dengan kain putih, Dia dihadapanku. Dan dari situlah aku benar-benar yakin untuk mengikut Yesus. Tiba di bulan November satu minggu sebelum aku dibaptis, aku menyampaikan kepada seluruh keluargaku bahwa aku akan dibaptis. Seketika itu mereka menjadi kaget dan heboh. Semua tetangga tau kalau aku memutuskan untuk mengikut Yesus. Singkat cerita sampai pada tanggal 18 november 2019 aku dengan pacarku dipanggil ke desa. Disana aku dengan pacarku disidang, diancam, bahkan aku mau dibunuh. Namun pendirianku tetap teguh bahwa aku mau ikut Yesus. Akhirnya aku menyampaikan UUD pasal 29 ayat 1 dan 2 tentang kepercayaan. Lalu mereka terdiam dan membisu. Setelah hal itu selesai akhirnya kita pulang dan pukul 6 malam aku pergi ke pendetaku. Aku sudah merencanakan tanggal baptisku di tanggal 20 november. Berhubung ada masalah itu, aku memutuskan untuk mengubah rencana baptisku yang awalnya tanggal 20 november menjadi tanggal 18 november 2019 jam 9 malam. Tepat setelah kita disidang aku menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamatku seutuhnya. Tanggal 20 november 2019 aku pergi ke rumah teman untuk mengelabuhi masyarakat. Dan ternyata masyarkat demo di rumahku tapi karena perlindungan Tuhan aku tidak bertemu dengan mereka. Saat itu aku menerima telepon dari ibuku yang berada di singapura. Beliau mengusir aku dari rumah, hal yang mengejutkan bukan?. Karena waktu itu aku tinggal di rumah nenek, dan aku menerima telepon bahwa aku diusir. Aku tidak diperbolehkan pergi oleh nenekku. Lalu aku mengurus surat pindah dari desaku ke desa pendetaku supaya aku mudah mengganti data kependudukanku. Karena aku sudah ditolak dengan keluargaku dan masyarakat di desaku bahkan perangkat desa pun membenciku.

Puji Tuhan setelah aku pindah tempat semua berjalan lancar. Perlu waktu 5 bulan untuk meluluhkan hati ibuku untuk meminta restu, dan akhirnya beliau setuju dengan hubungan kita. Setelah mendapat restu dari ibuku tanpa perlu berlama-lama kita mengikat diri kita dengan sebuah hubungan yang lebih serius dari pacaran yaitu tunangan.

Menikah tanpa dihadiri oleh keluarga adalah hal yang paling menyakitkan. Tapi Puji Tuhan aku diberikan kekuatan oleh Tuhan. Diberkatilah kami dalam satu janji suci dan bersifat lama yaitu Pernikahan. Aku bersyukur Tuhan menguatkan aku sampai berada dititik ini. Aku memilih untuk menikah diusia muda bukan karena nafsu tapi karena aku tidak mau mencobai diriku dan akhirnya jatuh ke perzinahan alasan lain aku menikah muda supaya ada yang bertanggung jawab atasku karena seluruh keluarga menolakku dan lepas tangan meskipun mereka sudah memberikan restu. Hal lain yang membuatku sedih adalah aku tidak lagi berkomunikasi dengan bapakku sejak Juni 2019.

Mungkin, banyak orang mengira aku berpindah agama hanya karena laki-laki yang aku pacari. Namun bukan itu. Perjumpaan Pribadi dengan Tuhan lah yang membuatku yakin untuk aku mengikut Yesus. Mengikut Yesus bukanlah hal yang mudah ada jalan berbatu, lembah, badai yang harus kita lalui. Namun, saat kita percayakan hidup kita kedalam tangan Tuhan maka Tuhan juga akan turut bekerja dalam hidup kita.

Sebagai penutup, aku mau kasih ayat dimana aku sangat terberkati dengan ayat ini.
Matius 5:10-12 (TB)  Berbahagialah orang yang dianiaya oleh sebab kebenaran, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga. Berbahagialah kamu, jika karena Aku kamu dicela dan dianiaya dan kepadamu difitnahkan segala yang jahat. Bersukacita dan bergembiralah, karena upahmu besar di sorga, sebab demikian juga telah dianiaya nabi-nabi yang sebelum kamu."
Sekian kesaksian dari aku Silvia Cici semoga terberkati melalui kesaksian yang udah aku share di sini.

Oke.. itu aja impacters kesaksian yang sangat memberkati bukan? Yuk share cerita kalian untuk jadi berkat buat orang lain. Jangan ragu untuk menyampaikan kebenaran dan jadi dampak untuk orang lain. Salam LIFE IMPACT – BE IMPACT WITH LIFE IMPACT. Tuhan Yesus memberkati

0 Response to "MENGIKUT YESUS BUKAN HAL YANG MUDAH"

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel