INSECURE
Halo impacters.. gimana kabarnya? Hari ini Life Impact punya topic yang menarik dan sering banget anak-anak muda khususnya anak remaja cewek yang tanya nih.. apa sih? yaitu tentang “INSECURE”.
Apa sih “INSECURE” itu? Kondisi mental seseorang yang merasa takut dan cemas adanya rasa kurang percaya diri.
Guys, aku pernah banget mengalami insecure. Karena merasa dalam diri ini gak sempurna, masih kurang, dan kurang. Hal itu merupakan nature manusia dimana rasa ketidakpuasan terhadap beberapa hal. Pengalaman pribadi aku, aku pernah punya keinginan untuk jadi wanita yang tinggi,tirus, pokoknya banyak banget keinginan aku. Hingga akhirnya aku membandingkan hidupku dengan hidup orang lain. “enak ya jadi si A bisa kayak gitu” “enak ya jadi si B gitu”. Dan pertanyaan demi pertanyaan muncul. Kenapa aku gak gini? Kenapa aku gak gitu? Kenapa harus aku? Kenapa si A bukan aku aja?.
Ketidakpuasanku berkembang dan akhirnya aku tidak mensyukuri apa yang Tuhan sudah berikan. Satu film yang sangat memberkati saya. Film itu berjudul “IMPERFECT” – menjadi sempurna dalam ketidaksempurnaan. Ada kalimat yang memberkati saya dalam film tersebut “TUHAN TIDAK MENILAIKU DENGAN CARA SEPERTI ITU (seperti yang dunia nilai). KITA DICIPTAKAN DENGAN AMAT BAIK”. Bukan kita yang membuat diri kita masing-masing bisa tetap kuat hingga detik ini, tapi karena Tuhan sendiri.
Kita akan ambil contoh dari tokoh Alkitab yaitu Gideon. Malaikat Tuhan dating kepada Gideon dan mengatakan “Tuhan menyertai engkau, ya pahlawan yang gagah berani” (hakim-hakim 6:12. Tetapi Gideon malah mengatakan bahwa kaumnya adalah kaum yang terlemah dan dirinya adalah yang termuda dari kaum tersebut. Insecure itulah yang dirasakan Gideon waktu itu.
Faktor apa aja sih yang membuat kita kadangkala insecure? Ada tiga hal yaitu penolakan, kritik, dan perbandingan.
1. Penolakan
Penolakan ini bisa terjadi kapanpun dan dimanapun. Ditolak oleh orang yang kita sukai, ditolak oleh sekolah yang kita inginkan, atau masih banyak lagi penolakan dalam hidup kita. Dan penolakan-penolakan ini seringkali mempengaruhi pandangan kita sendiri. Apakah aku jelek? Apakah aku bodoh? Apa kekuranganku? Apa aku lemah?
2. Kritik
Setiap orang pasti mengerti apa rasanya memiliki haters. Entah haters itu menyadari kelemahan kita. Dan bahkan ada juga yang membicarakan tidak sesuai dengan fakta. Kita tau bahwa kritik-kritik dari para haters ini tidak perlu kita hiraukan, tetapi seringkali kita tetap memberikannya kesempatan untuk mempengaruhi emosi dan pikiran kita.
3. Perbandingan
Membandingan dirimu dengan orang lain tidak akan membawakan apapun yang baik ke dalam hidupmu. Yang terjadi adalah kita akan lupa dengan namanya bersyukur.
Penolakan, kritik, dan perbandingan dapat membuat diri kita INSECURE dan dapat membuat diri kita hancur. Lalu gimana sih caranya mengalahkan ketiga hal tersebut supaya kita tidak insecure? Mari kita lihat dalam efesus 2:10 “karena kita ini buatan Allah, diciptakan dalam Kristus Yesus untuk melakukan pekerjaan baik, yang dipersiapkan Allah sebelumnya. Ia mau, supaya kita hidup di dalamnya”.
Dari ayat diatas kita bisa melihat betapa berharganya kita. Kita dipillih Allah, dikasihi, dan juga diperlengkapi Allah untuk melakukan pekerjaan baik. Semakin kita menyadari bahwa kita dikasihi, dicintai Allah maka semakin bebas juga perasaan insecure itu dari dalam diri kita.
Percayalah bahwa saat penolakan terjadi, berarti Tuhan sedang menutup pintu yang salah. Percayalah saat kita dikritik, berarti kita sedang mengerjakan sesuatu yang memang berarti. Percayalah bahwa kita tidak perlu membandingkan hidup kita dengan orang lain. Tuhan memiliki sesuatu yang indah yang sudah Tuhan taruh dalam hidup kita. Hidupmu berharga dimata Tuhan dan kamu spesial. Keep spirit ya💪😇
Bagi kalian yang sudah membaca artikel ini jangan lupa untuk berlangganan Life Impact ya supaya tidak ketinggalan artikel terbaru dari kita
Apa sih “INSECURE” itu? Kondisi mental seseorang yang merasa takut dan cemas adanya rasa kurang percaya diri.
Guys, aku pernah banget mengalami insecure. Karena merasa dalam diri ini gak sempurna, masih kurang, dan kurang. Hal itu merupakan nature manusia dimana rasa ketidakpuasan terhadap beberapa hal. Pengalaman pribadi aku, aku pernah punya keinginan untuk jadi wanita yang tinggi,tirus, pokoknya banyak banget keinginan aku. Hingga akhirnya aku membandingkan hidupku dengan hidup orang lain. “enak ya jadi si A bisa kayak gitu” “enak ya jadi si B gitu”. Dan pertanyaan demi pertanyaan muncul. Kenapa aku gak gini? Kenapa aku gak gitu? Kenapa harus aku? Kenapa si A bukan aku aja?.
Ketidakpuasanku berkembang dan akhirnya aku tidak mensyukuri apa yang Tuhan sudah berikan. Satu film yang sangat memberkati saya. Film itu berjudul “IMPERFECT” – menjadi sempurna dalam ketidaksempurnaan. Ada kalimat yang memberkati saya dalam film tersebut “TUHAN TIDAK MENILAIKU DENGAN CARA SEPERTI ITU (seperti yang dunia nilai). KITA DICIPTAKAN DENGAN AMAT BAIK”. Bukan kita yang membuat diri kita masing-masing bisa tetap kuat hingga detik ini, tapi karena Tuhan sendiri.
Kita akan ambil contoh dari tokoh Alkitab yaitu Gideon. Malaikat Tuhan dating kepada Gideon dan mengatakan “Tuhan menyertai engkau, ya pahlawan yang gagah berani” (hakim-hakim 6:12. Tetapi Gideon malah mengatakan bahwa kaumnya adalah kaum yang terlemah dan dirinya adalah yang termuda dari kaum tersebut. Insecure itulah yang dirasakan Gideon waktu itu.
Faktor apa aja sih yang membuat kita kadangkala insecure? Ada tiga hal yaitu penolakan, kritik, dan perbandingan.
1. Penolakan
Penolakan ini bisa terjadi kapanpun dan dimanapun. Ditolak oleh orang yang kita sukai, ditolak oleh sekolah yang kita inginkan, atau masih banyak lagi penolakan dalam hidup kita. Dan penolakan-penolakan ini seringkali mempengaruhi pandangan kita sendiri. Apakah aku jelek? Apakah aku bodoh? Apa kekuranganku? Apa aku lemah?
2. Kritik
Setiap orang pasti mengerti apa rasanya memiliki haters. Entah haters itu menyadari kelemahan kita. Dan bahkan ada juga yang membicarakan tidak sesuai dengan fakta. Kita tau bahwa kritik-kritik dari para haters ini tidak perlu kita hiraukan, tetapi seringkali kita tetap memberikannya kesempatan untuk mempengaruhi emosi dan pikiran kita.
3. Perbandingan
Membandingan dirimu dengan orang lain tidak akan membawakan apapun yang baik ke dalam hidupmu. Yang terjadi adalah kita akan lupa dengan namanya bersyukur.
Penolakan, kritik, dan perbandingan dapat membuat diri kita INSECURE dan dapat membuat diri kita hancur. Lalu gimana sih caranya mengalahkan ketiga hal tersebut supaya kita tidak insecure? Mari kita lihat dalam efesus 2:10 “karena kita ini buatan Allah, diciptakan dalam Kristus Yesus untuk melakukan pekerjaan baik, yang dipersiapkan Allah sebelumnya. Ia mau, supaya kita hidup di dalamnya”.
Dari ayat diatas kita bisa melihat betapa berharganya kita. Kita dipillih Allah, dikasihi, dan juga diperlengkapi Allah untuk melakukan pekerjaan baik. Semakin kita menyadari bahwa kita dikasihi, dicintai Allah maka semakin bebas juga perasaan insecure itu dari dalam diri kita.
Percayalah bahwa saat penolakan terjadi, berarti Tuhan sedang menutup pintu yang salah. Percayalah saat kita dikritik, berarti kita sedang mengerjakan sesuatu yang memang berarti. Percayalah bahwa kita tidak perlu membandingkan hidup kita dengan orang lain. Tuhan memiliki sesuatu yang indah yang sudah Tuhan taruh dalam hidup kita. Hidupmu berharga dimata Tuhan dan kamu spesial. Keep spirit ya💪😇
Bagi kalian yang sudah membaca artikel ini jangan lupa untuk berlangganan Life Impact ya supaya tidak ketinggalan artikel terbaru dari kita

1 Response to "INSECURE"
❤
Posting Komentar